Gambar 1. Foto Bersama ibu-ibu PKK RW 06 dengan mahasiswa KKN UNS kelompok 25

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga terus dilakukan di Desa Jeruklegi Wetan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 25 bersama ibu-ibu PKK RW 06 pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Jalan Samboja RT 05/RW 06, Desa Jeruklegi Wetan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri. Sampah organik yang selama ini dibuang bersama sampah lainnya sebenarnya dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan, kebun, maupun kegiatan pertanian skala kecil. Pemanfaatan kompos juga berperan dalam mengurangi volume sampah rumah tangga serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di tingkat desa.

 


Gambar 2. Demonstrasi pembuatan pupuk kompos oleh mahasiswa KKN

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program PKK Desa Jeruklegi Wetan, khususnya rencana pengembangan tanaman toga (tanaman obat keluarga) yang akan dilaksanakan ke depannya. Pupuk kompos hasil olahan sampah organik rumah tangga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman toga, sehingga masyarakat dapat mengelola sampah sekaligus memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif dan berkelanjutan.

 


Gambar 3. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk kompos

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai beberapa jenis pupuk kompos, dengan fokus pada pupuk kompos kering yang dapat dibuat dari sampah organik rumah tangga. Bahan yang digunakan antara lain sisa sayuran, buah, ampas teh/kopi, daun kering, dan air cucian beras. Materi disampaikan secara bertahap dan dilengkapi dengan demonstrasi langsung proses pembuatan pupuk kompos agar peserta dapat memahami dan mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

 


Gambar 4. Pembagian leaflet

Selain penjelasan pembuatan pupuk kompos kering melalui demonstrasi, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai jenis-jenis pupuk kompos, alat dan bahan yang dibutuhkan, langkah-langkah pembuatan, serta tips dan trik pengomposan agar proses berjalan optimal. Media ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi ibu-ibu PKK dalam menerapkan pembuatan pupuk kompos secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos ini, mahasiswa KKN UNS Reguler Kelompok 25 berharap dapat mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan di Desa Jeruklegi Wetan. Selain memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung program PKK serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Ditulis oleh Mahasiswa KKN UNS Kelompok 25

Bagikan Berita