Potensi Desa Jeruklegi Wetan sebagai Modal Pembangunan Ekonomi Lokal

Desa Jeruklegi Wetan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap dengan luas wilayah sekitar 710,673 ha. Desa ini dihuni oleh kurang lebih 9.205 jiwa penduduk, yang terdiri atas 4.619 jiwa penduduk laki-laki dan 4.586 jiwa penduduk perempuan. Jumlah penduduk tersebut menunjukkan bahwa Desa Jeruklegi Wetan memiliki sumber daya manusia yang cukup besar untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Sebagai satuan wilayah pemerintahan, desa memiliki potensi berupa sumber daya alam dan sumber daya sosial yang dapat dikembangkan secara optimal. Identifikasi dan pengelolaan potensi desa menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi desa diharapkan mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan pembangunan desa.

Potensi Desa sebagai Modal Pembangunan

Potensi desa merupakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh desa dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan masyarakat. Potensi tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sarana pendukung kegiatan ekonomi. Dalam konteks pembangunan desa, potensi desa berfungsi sebagai modal dasar untuk menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Desa Jeruklegi Wetan memiliki potensi yang bersumber dari sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tersebar merata di empat dusun, yaitu Dusun Presil, Dusun Kalibanjar, Dusun Gunungjaya, dan Dusun Wanasri.

 

A. Potensi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan salah satu potensi utama Desa Jeruklegi Wetan. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani, buruh tani, dan pekebun, yang menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian desa.

Selain itu, terdapat pula masyarakat yang berprofesi sebagai wirausaha, pedagang, pelaku usaha kerajinan, pegawai perkantoran, dan pegawai negeri sipil (PNS). Keberagaman mata pencaharian tersebut mencerminkan potensi sumber daya manusia yang dapat mendukung pengembangan berbagai sektor ekonomi desa.

B. Potensi Sumber Daya Alam

Seiring dengan keberadaan sumber daya manusia, Desa Jeruklegi Wetan juga memiliki potensi sumber daya alam yang menjadi dasar kegiatan ekonomi masyarakat.

  1. Sektor Pertanian

Sektor pertanian di Desa Jeruklegi Wetan didominasi oleh komoditas tanaman padi dengan sistem dengan sistem pengairan sawah tadah hujan. Kondisi ini menyebabkan kegiatan pertanian sangat bergantung pada curah hujan. Selain itu, sebagian lahan pertanian yang berada di sekitar Sungai Donan berpotensi terdampak banjir rob air laut. Genangan air asin yang berlangsung selama dua hingga tiga hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan gagal panen, sehingga menjadi tantangan dalam pengelolaan sektor pertanian desa.

  1. Sektor Perkebunan

Sektor perkebunan di Desa Jeruklegi Wetan menjadi salah satu penopang kegiatan ekonomi masyarakat. Berbagai komoditas perkebunan dikelola oleh masyarakat dengan pola pengelolaan yang menyesuaikan kondisi lahan dan kebutuhan lokal. Adapun potensi perkebunan yang berkembang meliputi:

  • Kebun Jagung

Kebun jagung dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan perkebunan dan pertanian masyarakat. Hasil panen jagung sebagian besar digunakan sebagai bahan pakan ternak, sehingga berperan dalam mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Desa Jeruklegi Wetan.

  • Kebun Karet

Kebun karet dikelola secara perseorangan oleh masyarakat sebagai tanaman perkebunan jangka panjang. Pengelolaan kebun karet ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pemilik lahan dan menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam desa secara mandiri oleh masyarakat.

  • Tanaman Minyak Kayu Putih

Tanaman minyak kayu putih dikembangkan dengan metode agroforestri, yaitu sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman lainnya dalam satu area. Sistem ini bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan. Hasil tanaman kayu putih selanjutnya diolah melalui BUMDes Bangkit Makmur yang memiliki rumah penyulingan. Penjelasan lebih lanjut mengenai potensi tanaman minyak kayu putih, termasuk sistem budidaya, proses penyulingan melalui rumah produksi BUMDes Bangkit Makmur, hingga pengembangan produk minyak kayu putih Cap Clebok, dapat dibaca pada “http://penguatan-ekonomi-desa-melalui-pengelolaan-tanaman-minyak-kayu-putih-oleh-bumdes-bangkit-makmur

  1. Sektor Peternakan

Selain sektor pertanian dan perkebunan, potensi sumber daya alam Desa Jeruklegi Wetan juga berkembang pada bidang peternakan, Saat ini BUMDes Bangkit Makmur tengah berupaya mengembangkan sektor peternakan melalui pengelolaan ternak domba secara bertahap, hal ini diwujudkan melalui pembangunan kandang yang terletak di Dusun Kalibanjar RT02/RW02, yang mulai difungsikan satu bulan terakhir ini. Pengembangan ini sejalan dengan program ketahanan pangan desa yang menekankan prinsip kemandirian, pemberdayaan, serta optimalisasi potensi lokal.

 

  1. Sarana Pendukung Ekonomi Desa

Jeruklegi Wetan juga didukung oleh keberadaan pasar desa sebagai sarana ekonomi masyarakat. Pasar desa berfungsi sebagai pusat aktivitas jual beli dan menjadi wadah distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Keberadaan pasar desa turut mendukung pemanfaatan potensi desa secara lebih optimal, karena memperlancar perputaran ekonomi dan mempertemukan produsen dengan konsumen di tingkat lokal.

Desa Jeruklegi Wetan memiliki potensi desa yang meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, serta sarana pendukung kegiatan ekonomi. Potensi tersebut tersebar merata di seluruh wilayah desa dan menjadi modal penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Pengelolaan potensi desa secara terencana dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian Desa Jeruklegi Wetan.

Ditulis oleh Mahasiswa KKN UNS Kelompok 25 Tahun 2026

Bagikan Berita