Belajar Seumur Hidup: Pendidikan Non-Formal sebagai Pendekatan Pendidikan Holistik di Desa Jeruklegi Wetan

Pendahuluan

Pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah merupakan bentuk pendidikan yang sering kita kenal. Namun, di era modern ini, penting bagi kita untuk menyadari bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada lingkungan formal. Terdapat pendidikan lain yang juga sangat penting untuk dikembangkan, yaitu pendidikan non-formal. Desa Jeruklegi Wetan adalah salah satu contoh desa yang menerapkan pendidikan non-formal secara holistik untuk meningkatkan pendidikan masyarakatnya.

Pendidikan Non-Formal: Mengapa Penting?

Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang berlangsung di luar lingkup pendidikan formal di sekolah. Ini bisa berupa kursus, pelatihan, atau kegiatan belajar lainnya yang tidak terikat pada kurikulum formal. Penting untuk mengembangkan pendidikan non-formal karena ini dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di luar lingkup formal. Dalam konteks Desa Jeruklegi Wetan, pendidikan non-formal menjadi pendekatan yang efektif untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan penduduk desa.

Pendidikan Non-Formal di Desa Jeruklegi Wetan

Desa Jeruklegi Wetan merupakan desa yang terletak di kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Desa ini dipimpin oleh Bapak Evi Sulistyawan, S.E selaku Kepala Desa. Salah satu inovasi pendidikan di Desa Jeruklegi Wetan adalah pelaksanaan pendidikan non-formal yang holistik. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Jeruklegi Wetan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan sepanjang hayat mereka.

Ada berbagai macam kegiatan pendidikan non-formal yang diselenggarakan di Desa Jeruklegi Wetan, seperti pelatihan keterampilan, seminar, dan lokakarya. Seluruh masyarakat desa, tanpa memandang usia atau latar belakang pendidikan, dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dalam hal ini, pendidikan dilihat sebagai proses sepanjang hayat yang terus berlanjut, bukan hanya terbatas pada masa sekolah saja.

Program pendidikan non-formal ini juga mengutamakan pendekatan holistik. Hal ini berarti pendidikan yang diberikan mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti keterampilan akademik, keterampilan hidup, dan pengembangan diri. Dengan pendekatan ini, masyarakat Desa Jeruklegi Wetan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang beragam, sehingga dapat memperluas peluang mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Belajar seumur hidup adalah prinsip yang penting dalam mencapai pendidikan yang holistik. Pendidikan non-formal di Desa Jeruklegi Wetan merupakan pendekatan yang efektif untuk mendukung belajar seumur hidup ini. Program pendidikan non-formal yang holistik di desa ini memberikan kesempatan kepada semua masyarakat, tanpa memandang usia atau latar belakang pendidikan, untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dengan demikian, Desa Jeruklegi Wetan menjadi contoh sukses implementasi pendidikan non-formal sebagai pendekatan pendidikan holistik.

Belajar Seumur Hidup: Pendidikan Non-Formal Sebagai Pendekatan Pendidikan Holistik Di Desa Jeruklegi Wetan

Bagikan Berita